Pengertian Resensi Beserta Manfaat, Syarat, Tujuan, Struktur, Unsur & Contoh Teks Resensi

Resensi Adalah : Pengertian, Unsur, Sistematika, Jenis, Contoh

Resensi berasal dari bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin recensio, recensere atau juga revidere yang artinya mengulas kembali.Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dinilai dapat berupa buku dan karya seni film dan drama.Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat.

Dalam KBBI, resensi mempunyai arti pertimbangan atau pembicaraan tentang buku atau disebut ulasan buku. Ini memang benar mengingat lebih banyak resensi tentang buku dibanding karya lain.

Menurut Aina Prihantini, S.Hum. Resensi adalah tulisan mengenai pandangan perisensi terhadap buku yang dibuat dengan tujuan untuk mengulas, menilai, menganalisis, mengkritisi, ataupun mengapresiasi sebuah buku secara keseluruhan.Akan tetapi, resensi tidak hanya berkutat pada buku saja. Resensi juga dapat menyasar karya lain seperti hasil kesenian, kesusastraan, bahkan film. Isinya pun bermacam-macam mulai dari gambaran karya, pujian, maupun kritikan terhadap karya yang diresensi.Jadi, dapat dikatakan bahwa resensi merupakan kegiatan menilai atau pun membahas isi yang terdapat dalam sebuah karya dengan cara memaparkan data, sinopsis, pujian, atau kritikan terhadap karya tersebut.
 
 


Pengertian Resensi Menurut Para Ahli

Selain penjelasan diatas, para ahli dan pakar memiliki pendapat yang berbeda beda dalam mendefinisikan apa itu resensi. Berikut ini kumpulan pengertian resensi menurut para ahli secara lengkap,
  • Saryono (1997:56)
Resensi adalah sebuah tulisan berupa esai dan bukan merupakan bagian suatu ulasan yang lebih besar mengenai sebuah buku. Yang di dalam nya berisi laporan, ulasan, dan pertimbangan baik-buruknya, kuat-lemahnya, bermanfaat-tidaknya , benar-salahnya, argumentatif- tidaknya buku tersebut. Tulisan tersebut didukung dengan ilustrasi buku yang diresensi, baik berupa foto buku atau foto copi sampul buku.
  • WJS. Poerwadarminta (dalam Romli, 2003:75)
Ia menjelaskan resensi secara bahasa sebagai pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut, menarik-tidaknya tema dan isi buku, kritikan, dan memberi dorongan kepada khalayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan dimiliki atau dibeli. Perbincangan yang terdapat pada buku tersebut dimuat di surat kabar atau majalah.
  • Euis Sulastri dkk
Istilah resensi berasal dari bahasa Belanda, resentie, yang berarti kupasan atau pembahasan. Jadi secara singkatnya Pengertian resensi adalah kupasan atau pembahasan tentang buku, film, atau drama yang biasanya disiarkan melalui media massa, seperti surat kabar atau majalah.
  • Panuti Sudjiman (1984)
Resensi adalah hasil pembahasan serta penilaian yang pendek mengenai suatu karya tulis. Konteks ini memberi arti penilaian, mengungkap secara sekilas, membahas, atau mengkritik buku.


Unsur-unsur Resensi

Terdapat unsur-unsur yang harus dipenuhi sehingga dapat dikatakan utuh, berikut ini unsur-unsurnya:
1. Judul
Judul semestinya harus mempunyai kesinambungan dengan isi resensi. Selain itu, judul yang menarik memberikan nilai lebih tersendiri.

2. Menyusun Data Buku
Penyusunan data buku dapat dilakukan sebagai berikut:
  • Judul buku;
  • Pengarang;
  • Penerbit;
  • Tahun terbit beserta cetakannya;
  • Dimensi buku;
  • Harga buku;
3. Isi Resensi Buku
Bagian ini berisi mengenai sinopsis, ulasan singkat buku dengan kutipan singkat dan keunggulan serta kelemahan buku, rumusan kerangka buku dan bahasa yang digunakan.

4. Penutup Resensi Buku
Pada bagian penutup biasanya berisi alasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut ditujukan.




Syarat Penyusunan Resensi

Ada beberapa syarat dal menyusun resensi antara lain :
  1. Ada data buku, meliputi nama pengarang, penerbit, tahun terbit dan tebal buku.
  2. Pendahuluannya berisi perbandingan dengan karya sebelumnya, biografi pengarang, atau hal yang berhubungan dengan tema atau isi.
  3. Ada ulasan singkat terhadap buku tersebut.
  4. Harus bermanfaat dan kepada siapa manfaat itu ditujukan.


Meresensi suatu buku mempunyai tujuan nya yaitu sebagai berikut :
  • Agar bisa memberikan sebuah pemahaman & informasi secara komprehensif kepada suatu masyarakat atau sih pembaca tentang isi buku yang diresensi nya.
  • Mengajak sih pembaca agar mendiskusikan dan memikirkan lebih jauh tentang apa masalah yang diangkat yang ada di dalam buku tersebut.
  • Agar memberikan suatu pertimbangan kepada sih pembaca tentang pantas atau tidaknya buku itu untuk dibaca atau diterbitkan.
  • Agar memberikan suatu jawaban mengenai sebuah pertanyaan-pertanyaan dari pembaca ketika buku baru diterbitkan.
  • Memberikan sugesti kepada pembaca, apakah sebuah buku atau film patut dibaca atau ditonton
  • Melukiskan dan memaparkan pendapatnya melalui sebuah pertimbangan atau penilaian
  • Memberikan kriteria-kriteria yang jelas dalam mengemukakan pendapatnya itu.

Manfaat Resensi

Berikut ini merupakan beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari suatu resensi.

1. Sebagai Bahan Pertimbangan

Resensi akan memberikan suatu gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya. Dengan demikian, resensi dapat memunculkan pengaruh kepada pembaca mengenai suatu karya.Jadi, resensi dapat menjadi bahan pertimbangan terhadap suatu karya apakah ia layak dinikmati atau tidak.

2. Nilai Ekonomis

Bila Anda memperhatikan, banyak resensi yang beredar di surat kabar, baik mengenai buku, film, maupun yang lain. Penulis yang resensinya di muat di surat kabar atau majalah biasanya akan mendapatkan imbalan baik berupa buku maupun uang.Beberapa surat kabar mungkin akan memberikan honor kepada penulis, sementara penerbit buku akan memberikan buku lain secara gratis.

3. Sebagai Sarana Promosi 

Karya yang biasanya diresensi biasanya merupakan karya yang masih tergolong baru. Oleh karena itu, dengan adanya resensi, suatu karya dapat lebih dikenal khalayak ramai. Hal ini menegaskan fungsi resensi sebagai sarana untuk mempromosikan suatu karya.

4. Untuk Mengembangkan Kreativitas

Membuat resensi berarti melakukan pekerjaan menulis. Semakin sering menulis, kreativitas akan semakin terasah. Maka dari itu menulis resensi dapat menjadi sarana yang baik untuk mengembangkan kreativitas.



Langkah Membuat Resensi

Menulis resensi bukanlah perkara mudah, tetapi juga tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membuat sebuah resensi
  1. Kenali semua aspek buku, mulai dari tema, isi, hingga jenis buku yang diresensi; apakah merupakan buku fiksi, motivasi, psikologi, pengembangan diri, atau pun yang lainnya.
  2. Membaca buku yang akan diresensi secara menyeluruh. Hal ini wajib dilakukan untuk mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai buku.
  3. Menandai bagian-bagian buku yang dirasa menarik. Ini akan membantu Anda untuk menuliskan bagian mana saja yang perlu dimasukkan ke dalam resensi.
  4. Membuat sinopsis mengenai isi buku.
  5. Menilai kualitas buku yang diresensi, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.



Unsur Unsur Resensi

Judul Resensi

Judul sebuah resensi mesti mempunyai kesinambungan dengan isi resensi. Selain itu, judul resensi yang menarik akan memberi nilai lebih tersendiri.

Menyusun Data Buku

Penyusunan data buku dapat dilakukan sebagai berikut :
  • Judul
  • Pengarang
  • Penerbit
  • Tahun terbit beserta cetakannya
  • Dimensi buku
  • Harga

Isi Resensi Buku

Isi dari resensi buku berisi tentang sinopsis, ulasan singkat buku, dengan kutipan singkat secukupnya, keunggulan buku, kelemahan buku, rumusan kerangka buku, serta bahasa yang digunakan.

Penutup

Dalam penutup resensi buku biasanya berisi tentang alasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada buku tersebut ditujukan.


Struktur Teks Resensi

  • Identitas,  mencakup judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, tebal halaman, dan ukuran buku. Pada bagian ini umumnya tidak dinyatakan secara langsung, seperti yang tampak pada teks ulasan film dan lagu.
  • Orientasi, Bagian ini biasanya terletak di paragraf pertama, yakni penjelasan tentang kelebihan buku seperti penilaian yang baik dari si pembaca & penghargaan yang pernah didapatkan oleh buku yang diresensi.
  • Sinopsis, berupa ringkasan yang menggambarkan pemahaman penulis terhadap isi novel.
  • Analisis, berupa paparan tentang keberadaan unsur-unsur cerita, seperti tema, penokohan, dan alur.
  • Evaluasi, berupa paparan tentang kelebihan dan kekurangan suatu karya.


Jenis Jenis Resensi

Berikut ini jenis jenis resensi, naun yang perlu dicatat adalah jenis jenis resensi dibaah ini tidak baku, karena bisa saja ketiganya diterapkan secara bersamaan.
  • Resensi Informatif, yaitu resensi yang hanya menyampaikan isi dari resensi secara singkat dan umum dari keseluruhan isi buku.
  • Resensi Deskriptif, yaitu resensi yang membahas secara detail pada tiap bagian atau babnya.
  • Resensi Kritis, yaitu resensi yang berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan objektif dalam menilai isi buku.
RESENSI: Pengertian, Unsur, Jenis, Tujuan, Manfaat Via : Cintaindonesia.web.id


Contoh Resensi Buku

1. Contoh Resensi Buku Non Fiksi

Buku yang diresensi kali ini adalah buku non fiksi yang membahas pengalaman pribadi penulis. Berikut contoh resensi buku non fiksi yang bisa kamu cek:
Identitas Buku
  • Judul buku: God Explained in a Taxi Ride
  • Pengarang: Paul Arden
  • Penerbit: Perigee
  • Tahun Terbit: 2009
  • Tebal halaman: 123 halaman
Sinopsis Buku
Sejak awal peradaban, lebih banyak pikiran dicurahkan untuk memahami Tuhan dibanding topik lainnya. Namun tak seorang pun dapat memahaminya. Akhirnya buku kecil ini berhasil menjelaskan dalam sekali perjalanan naik taksi.

Isi Resensi:
Buku God Explained in a Taxi Ride ini menceritakan tentang pengalaman penulis bagaimana cara pandang ia tentang ketuhanan. Paul Arden adalah penulis beberapa buku tentang periklanan dan motivasi. Beberapa karya buku lainnya yang terkenal adalah Whatever You Think, Think The Opposite dan It’s Not How Good You Are, It’s How Good You Want To Be.
Dalam bukunya yang berisi filosofi ketuhanan menurutnya ini, Paul Arden tidak berusaha memberitahu mana agama yang benar dan salah. Ia lebih menekankan pada kepercayaan akan masing-masing orang di muka bumi, tentang bagaimana kepercayaan itu memengaruhi kepribadian dan tingkah laku.

Kelebihan Buku:
Paul Arden bisa membawakan karya ini dengan bahasa yang mudah dimengerti beserta ilustrasi-ilustrasinya. Meskipun ia memberikan pandangan pribadinya, tapi tidak ada kesan memojokkan kepercayaan tertentu, melainkan seolah Arden mengajak kita semua untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan.

Kekurangan Buku:
Meskipun judulnya seolah memberi kesan bahwa buku ini bisa dimengerti dalam sekali perjalanan taksi, tapi sebenarnya tidak semudah itu. Buku ini merupakan buku filosofi yang perlu dibaca oleh orang berpikiran terbuka dan perlu analisa lebih lanjut tentang apa yang dibaca.

2. Contoh Resensi Buku Fiksi

Quipperian, tidak cuma buku non fiksi yang bisa kamu jadikan resensi, buku fiksi pun bisa lho. Berikut contoh resensi buku fiksi.
Identitas Buku
  • Judul Buku: Anak Kost-Kostan
  • Pengarang: Serena Tria
  • Penerbit: Pustaka Remaja
  • Tahun terbit: 2009
  • Tebal halaman: 341 halaman
Sinopsis Buku
Buku fiksi berupa novel dengan genre komedi ini terinspirasi dari kisah pribadi penulis yang dibalut dengan kisah fiksi. Beberapa kejadian penting jadi adegan-adegan ikonik yang bahkan sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Buku ini berkisah tentang kehidupan anak kost, dari tiga sudut pandang tokoh yang berbeda, Rena, Asri, dan Yana.
Rena adalah mahasiswa jurusan psikolog, pendatang dari Jawa Timur, tokoh ini terkenal sebagai tokoh yang punya logat daerah medok dan suka mengeluarkan celetukan-celetukan yang konyol. Asri, seorang apoteker yang baru saja putus cinta karena ditinggal menikah sang kekasih, jadi salah satu tokoh yang paling mellow dan sendu. Sedangkan Yana, seorang jurnalis televisi yang sibuk meniti karier sambil membiayai adiknya sekolah.
Ketiganya sering menghabiskan waktu bersama di kost-kostan dan selalu ada saja kejadian lucu yang terjadi di antara ketiganya. Tidak semua kisah lucu dalam buku ini diangkat dari kisah nyata, karena nyatanya buku ini adalah karya fiksi dari Serena.

Kelebihan Buku
Buku komedi ini bisa menceritakan sisi menyenangkan dan seru dari kehidupan kost-kostan, khas anak perkotaan. Lewat buku ini, pembaca yang hendak merantau pun diharapkan bisa mempersiapkan diri karena kisah-kisah dalam buku ini pun terinspirasi dari kisah nyata. Karakter Rena yang polos sangat menghibur, apalagi celetukannya yang terkesan tidak pandang situasi kondisi. Sementara karakter Asri digambarkan sebagai tipikal wanita muda yang sedang patah hati dan karakter Yana merupakan simbol dari feminisme masa kini, di mana seorang perempuan ikut bertanggung jawab menanggung beban keluarga.

Kekurangan Buku
Sayangnya, masih banyak kesalahan penulisan, pengetikan, dan tanda baca dalam buku ini. Ada beberapa adegan yang sebenarnya sangat lucu, tetapi karena penulis kurang bisa menyampaikan dengan baik, adegan pun jadi terkesan biasa saja. Butuh waktu dua kali untuk memahami apa maksud leluconnya.


3. Contoh Resensi Novel Sang Pemimpi

a. Identitas Buku
– Judul Buku Resensi : Sang Pemimpi
– Tahun Terbit : 2011
– Penerbit : PT.Bentang Pustaka
– Penulis : Andrea Hirata
– Jumlah Halaman : 248 hlm

b. Sinopsis
Resensi Novel Sang Pemimpi – Novel sang pemimpi ini adalah sebuah kisah persahabatan yang berjuang untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Penulis menggambarkan bahwa cita-cita memang harus diwujudkan dengan tekad yang kuat. Novel ini mengangkat betapa sulitnya mendapatkan pendidikan yang layak di tanah Belitung.
Namun hal itu tak membuat para tokoh Sang Pemimpi itu lantas mundur dan menyerah begitu saja. Mereka memiliki tekad yang kuat untuk bersekolah di SMA Negeri yang nantinya akan menghantarkan mereka ke Kota Sorbenne, Perancis. Novel ini berceritakan bahwa setiap orang berhak bermimpi dan memiliki cita-cita setinggi langit dan itu dibuktikan pada kisah nyata sang penulis yang dituangkan dalam novel Sang Pemimpi.
Setelah para tokoh sang pemimpi dapat meraih cita-citanya untuk melanjutkan sekolah ke SMA Negeri, sesungguhnya perjuangan mereka tak berhenti sampai disitu saja. Untuk mewujudkan mimpi bersekolah di SMA Negeri pun mereka rela untuk tinggal di daerah pasar yang kumuh. Tak berhenti perjuangan toko sang pemimpi tersebut, selain mereka tinggal ditempat yang kumuh mereka juga bekerja sebagai kuli ngambat di pasar kumuh itu agar mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya di luar.
Kisah sang pemimpi ini di dalamnya mengangkat beberapa tokoh, seperti Arai yang hidupnya sangat sebatang kara, lalu ada tokoh seorang Jimbron yang teguh dalam prinsip agama Islamnya walaupun sedari kecil ia dididik oleh seorang pendeta, tak lupa tokoh Ikal yang orangtuanya akan mengalami kebangkrutan.
Ditengah-tengah keterpurukan ini 3 Sang Pemimpi itu mulai berambisi untuk mulai berani bermimpi, hal ini diawali dengan sosok Arai yang memulai mimpi dan kemudia disusul oleh kedua temannya, alhasil mereka bermodal nekat dan yakin berjuang untuk meraih cita-cita dan pergi meninggalkan kampung halaman. Uniknya lagi dalam novel ini diselingkan dengan beberapa kisah cinta yang unik dari para Sang Pemimpi ketika mereka tengah meraih cita-citanya.

c. Kelebihan
Resensi Novel Sang Pemimpi – Kelebihan yang dapat diambil dari kisah nyata dalam novel Sang Pemimpi ini tentunya sangat banyak sekali, hal ini harus terus dikembangkan dan ditularkan pada anak-anak muda. Novel ini mengangkat kisah bahwa kekurangan bukanlah suatu masalah untuk mewujudkan sebuah mimpi.
Karena setiap orang berhak untuk bermimpi dan berhak pula untuk mewujudkan mimpi-mimpinya tersebut. Dalam novel ini juga penulis menggambarkan tentang ambisi para pemuda yang berasal dari daerah yang terpencil agar tidak takut untuk mengambil resiko, berjuang sekeras tenaga, tidak malu untuk melakukan hal-hal yang menurut bagi sebagian orang adalah hina (kuli ngambat), hebatnya lagi penulis menyuguhkan rasa yang sangat kuat sehingga para pembaca yang membaca novel tersebut merasakan bagaimana rasanya dengan kisah 3 tokoh Sang Pemimpi dalam novel tersebut.

d. Kekurangan
Resensi Novel Sang Pemimpi – Kekurangan yang terdapat dalam novel Sang Pemimpi ini sebenarnya masih sedikit sama dengan kekurangan yang ada pada novel Laskar Pelangi. Penulis seolah tidak mau memberikan waktu yang jelas sehingga para pembaca dibuat penasaran pada tahun berapa Indonesia mengalami pemerintahan tersebut. Seolah menutupi kesalahan yang pemerintahan buat dan jalankan. Namun semoga saja dengan hal tersebut maka para pembaca harus lebih hati-hati dalam memilih calon pemimpin.


4.Contoh Resensi Novel

  1. Identitas buku
Judul                      : Dealova
Penulis        : Dian Nuranindya
Penerbit      : PT. Gramedia Pustaka Utama
Halaman     : 304 halaman
Cetakan      : 12 tahun 2005
ISBN                       : 979-22-0760-0

  1. Petinjau
Pada awalnya novel ini hanya sekedar honi menulis saja dan selalu ingin mencoba hal-hal yang baru. Penulis mulai mengwali menulisnya dimasa SMP yang belum sempat terselesaikan dan sempat berhenti beberapa tahun,hingga penulis mempunyai keinginan untuk meneruskan tulisannya lagi di masa SMU. Cerita dalam novel ini merupakan imajinasi dari penulis sendiri. Tulisan ini kemudian dikiramkan kesalah satu penerbit, kemudian tanpa diduga novelnya diterbitkan dan menjadi novel best seller ditahun 2005. Novel ini juga diangkat ke layar lebar pada tahun 2007.

  1. Isi
  2. Unsur instrinsik

  • Tema
Tema yang terdapat dalam  novel ini mengenai percintaan masa remaja

  • Alur dan tema cerita
Alur atau plot yang terdapat dalam novel ini adalah alur maju . misalnya dalam kalimat “esok harinya,kedua orangtua Dira datang ke rumah sakit.”

  • Latar atau seting
Latar atau seting yang terdapat dalam novel ini terdiri dari latar tempat, latar waktu, latar suasana. Latar tempat meliputi sekolah, rumah, lapangan basket.latar waktu  meliputi pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari. Latar suasana dalam novel ini berselimut gejolak hati para remaja yang berbaur dengan suasana suka dan duka.

Penokohan
  1. Karra : baik,supel, cuek, ramah.
  2. Ibel : penuh perhatian, ramah, baik, mudah bergaul, sabar.
  3. Dira : pintar, sombong, kasar, egois, acuh tak acuh, dan penyayang.
  4. Finta : cerewet, baik, penuh perhatian, centil.
  5. Iraz : penyayang dan penyabar.
  6. Niki : cuek, pencemburu dan egois.
  7. Dio : pintar, baik, dan sabar.

Tokoh tambahan : Abe, Amanda, Stanie, Rio, Aji, Orang tua Karra, Bi Minah, Orang tua Dira, Dira,Adit, Orang tua Ibel, dan pak ketut.
  • Sudut pandang
Sudut pandang dalam novel ini penulis sebagai orang ketiga (penulis sebagai pencerita)

  • Gaya penulisan
Gaya penulisan novel ini penulis cenderung menggunakan bahasa sehari-hari yang dipakai oleh para remaja. Pengungkapan perasaan setiap tokoh lebih banyak sesuai dengan karakter masing-masing tokoh.

  • Amanat
Amanat yang ingin disampaikan novel Dealova ini adalah harus saling menghargai pasangan, jangan terus larut dalam kesedihan, jangan terlalu membenci seseorang, dan hidup harus selalu maju.

Unsur Ekstrinsik
  • Nilai moral
Nilai moral yang terdapat dalam novel dapat dilihat pada masing-masing tokoh dalam cerita ini memiliki moral yang baik, tetapi ada beberapa tokoh yang mempunyai moral kurang baik. Moral baik misalnya dalam tokoh Karra yang selalu baik, dan ramah.

  • Nilai social
Nilai moral yang terdapat dalam novel dapat dibuktikan dari tokoh Karra yang tidak  membeda-bedakan orang dalam pertemanannya.

Kelebihan dan Kekurangan

  • Kelebihan
Kelebihan dari novel ini adalah  penulis benar-benar jelas dalam menggambarkan suasana hati yang dialami masing-masing tokoh dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga dapat membuat pembaaca masuk dalam cerita kemudian pembaca akan hanyut dalam isi cerita dan turut merasakan perasaan tokoh tersebut

  • Kekurangan
Kekungan dari novel ini hanya terdapat pada segi penggunaan bahasa saja. Bahasa yang digunakan dalam novel ini mutlak bahasa remaja sehari-hari, jadi kurang memberikan pengetahuan tambahan bagi pembaca dalam aspek kosa kata.

Kesimpulan / synopsis
Novel dealova ini menceritakan tentang seorang gadis tomboy dan jago main basket, dia bernama karra. Rambutnya panjang, tidak seperti kebanyakan pemain basket yang lain. Dia memiliki wajah yang manis dan seorang yang santai. Tapi kalu karra marah, semuanya bisa jadi gawat darurat.

Karra sangat beruntung, karena selain dia mempunyai seorang kakak lakilki yang sangat menyayanginya-namanya Iraz, teman-teman Iraz juga perhatian kepada Karra. Terutama teman Iraz yang namanya Ibel, laki-laki yang jago main gitar dan menyukai warna biru. Ketika Iraz harus melanjutkan studinya ke New York, Iraz mempercayakan karra kepada Ibel untuk menjaga adiknya.

Selama dengan Ibel, Karra menganggapnya hanya sebagai kakak saja. Setiap perhatian lebih yang diberikan Ibel kepada karra selalu ditanggapi dengan sikap biasa dan wajar layaknya seorang kakak yang memperlkukan adiknya dengan penuh perhatian. Di sisi lain, Karra disukai oleh Dira, seorang siswa baru di sekolahnya yang juga sma-sama jago main basket. Sikap Dira yang selalu membuat Karraa kesal dan marah secara tidak sadar telah menghipnotisnya untuk selalu berada dekat dengan Dira. Walaupun sering membuat Karra kesal, tetapi karra merasa kehilangan.



 Itulah tadi pengertian, unsur, struktur, dan jenis dari resensi Beserta Contohnya. Kalian dapat mengenali sebuah teks resensi dari penjelasan di atas


 Penelusuran yang terkait dengan PENGERTIAN RESENSI
  • pengertian resensi menurut para ahli
  • manfaat resensi
  • pengertian resensi bahasa sunda
  • struktur resensi
  • sistematika resensi
  • ciri ciri resensi
  • pengertian resensi film
  • jenis jenis resensi

0 Response to "Pengertian Resensi Beserta Manfaat, Syarat, Tujuan, Struktur, Unsur & Contoh Teks Resensi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel