Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Akuntansi Manajemen Meliputi Sejarah, Manfaat, Fungsi, Tujuan, dan Perannya Secara Lengkap

Pengertian Akuntansi Manajemen Dan Menurut Para Ahli Lengkap

Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen adalah suatu sistem akuntansi yang berhubungan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajer, atau untuk manajemen dalam suatu organisasi yang bertujuan untuk memberikan dasar kepada manajemen dalam membuat atau mengambil keputusan bisnis yang dapat memungkinkan manajemen akan lebih siap dalam pengelolaan dan juga melakukan fungsi kontrol.
Atau definisi akuntansi manajemen yang lainnya adalah bagian dari pengertian akuntansi yang memiliki tujuan untuk membantu manajer dalam menjalankan 3 (tiga) fungsi pokoknya diantaranya fungsi perencanaan, fungsi pengendalian dan fungsi pengambilan keputusan. Kehadiran sistem informasi manajemen didalam perusahaan merupakan suatu sistem yang dapat memberikan informasi kepada manajer untuk membantu pihak-pihak internal dalam mencapai tujuan atau target organisasinya.
Sistem informasi akuntansi manajemen merupakan suatu sistem informasi yang dapat menghasilkan output dengan menggunakan input dengan cara memprosesnya, yang hasilnya berguna untuk mencapai tujuan atau target khusus dari manajemen. Inti dari sistem informasi akuntansi manajemen yaitu proses, yang bisa membuat input (masukan) menjadi output (keluaran). Adapun prosesnya diantaranya meliputi: pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, penganalisisan, pelaporan dan juga pengelolaan informasi. Keluarannya dapat berupa suatu laporan khusus, biaya produk, anggaran, biaya pelanggan, laporan hasil kinerja dan komunikasi personal.


Pengertian akuntansi manajemen menurut ahli
  • Halim dan Supomo [2000 : 3] akuntansi manajemen merupakan kegiatan yang menghasilkan informasi keuangan untuk manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menjalankan fungsi manajemen.
  • Mulyadi [2001 : 2] akuntansi manajemen merupakan informasi keuangan dihasilkan oleh tipe akuntansi manajemen, yang dimanfaatkan oleh pemakai intern entitas.


Sejarah Akuntansi Manajemen


Akuntansi manajemen berintikan akuntansi biaya yang dikembangkan di USA mulai akhir abad ke 19 dan permulaan abad 20. Pada tahap awal perkembangannya (sampai dengan tahun 1914), akuntansi manajemen berorientasi pada penentuan cost produk dengan penelusuran profitabilitas produk secara individual dan penggunaan informasi tersebut untuk pengambilan keputusan strategik bagi pemimpin perusahaan dan pemakai intern lainnya.Mulai tahun 1925, dengan dikembangkannya pasar modal di USA, hampir semua usaha akuntansi manajemen untuk menghasilkan informasi bagi pemakai intern kemudian dihentikan dan digantikan dengan penentuan cost sediaan (inventory costing).

Perubahan orientasi akuntansi manajemen dari penyediaan informasi bagi pemakai intern (untuk kepentingan pengambilan keputusan strategik) ke penyediaan informasi keuangan bagi pihak luar perusahaan berlangsung terus sampai awal tahun 90-an. Pelaporan keuangan kepada pihak luar menjadi pendorong utama dalam perancangan sistem akuntansi biaya sejak pasar modal dikembangkkan di USA.Manajer perusahaan bersedia untuk menerima informasi biaya rata-rata produk yang kasar. Kenyataannya pada saat itu, informasi biaya produk secara individual yang lebih rinci dan teliti tidak diperlukan.

Selama perusahaan memiliki produk yang homogen, yang mengkonsumsi sumber daya dengan proporsi yang sama, informasi yang disediakan oleh sistem akuntansi biaya yang lebih berorientasi ke penyediaan informasi keuangan bagi pemakai luar adalah cukup baik dan memadai. Bagi kebanyakan perusahaan, biaya untuk menjalankan sistem akuntansi biaya lebih rinci, kenyataannya melebihi manfaat yang diperoleh.Dalam tahun 1950-an dan 1960-an, telah dilakukan beberapa usaha untuk memperbaiki manfaat sistem akuntansi biaya konvensional untuk kepentingan manajemen. Usaha untuk memperbaiki akuntansi biaya pada saat itu, pada hakikatnya hanya terpusat pada bagaimana membuat informasi akuntansi keuangan lebih bermanfaat bagi pemakai luar, dan tidak ditujukan untuk menghasilkan informasi akuntansi yang khusus diperuntukan bagi kepentingan manajemen.

Pada tahun 1980-an dan 1990-an, praktik-praktik akuntansi manajemen tradisional yang sudah tidak mampu lagi melayani kebutuhan manajerial, banyak ditemukan. Beberapa pihak menyatakan sistem akuntansi manajemen yang ada sudah usang dan tidak berguna karena perkembangan lingkungan ekonomi yang berkembang pesat, sehingga dibutuhkan pengembangan praktik-praktik informasi akuntansi manajemen yang inovatif dan relevan.


Fungsi & Penerapan Akuntansi Manajemen

Di bawah ini adalah beberapa fungsi dan penerapan akuntansi manajemen dalam perusahaan.
a. Menghasilkan informasi keuangan untuk kepentingan manajemen atau pihak internal perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan
Informasi tersebut dibutuhkan manajemen sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan dan menilai hasil yang telah dicapai. Misalnya untuk Departemen Produksi, manajer di bagian produksi akan membutuhkan data akuntansi manajemen mengenai rincian biaya produksi, berapa harga pokoknya, sampai informasi detail mengenai harga produk per unit. Akuntansi manajemen nantinya juga bisa digunakan sebagai panduan perencanaan operasional terkait berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk produksi inti dan berapa banyak biaya overhead yang sekiranya harus dibayarkan demi menunjang operasional tersebut.

b. Mengidentifikasi,mengukur dan melaporkan informasi keuangan dalam bentuk suatu laporan keuangan yang sistematis, transparan dan detail

Ini memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi manajemen yang menggunakan suatu informasi tersebut di mana titik sentralnya bagi pihak-pihak dalam suatu organisasi perusahaan. Misalnya kalkulasi biaya produk, kalkulasi biaya suatu kegiatan, kalkulasi biaya suatu departemen.
c. Untuk menyajikan suatu laporan sebagai satu kesatuan usaha

Untuk kepentingan pihak internal dalam rangka menjalankan proses manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian.


Tujuan Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen bertujuan menghasilkan informasi keuangan untuk pihak manajemen. Jenis informasi yang diperlukan berbeda dengan informasi yang diperlukan pihak luar. Umumnya informasi yang dihasilkan bersifat mendalam dan tidak dipublikasikan kepada pihak luar. Tujuan akuntansi manajemen secara umum adalah:
  1. Menyediakan informasi yang diperlukan dalam penetuan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan oleh manajemen.
  2. Menyediakan informasi yang digunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
  3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Informasi akuntansi manajemen membantu mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikannya, serta mengevaluasi kinerja. Jadi, informasi akuntansi manajemen dibutuhkan dan dipergunakan dalam semua tahapan manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan.

Pihak-pihak yang membutuhkan akuntansi manajemen

Pentingnya laporan akuntansi manajemen membuat setiap perusahaan membutuhkan hal itu. Dalam perusahaan, ada beberapa pihak yang membutuhkan laporan tersebut agar bisa membuat perencanaan dan keputusan terkait laporan yang telah dibuat. Berikut pihak-pihak yang membutuhkan laporan tersebut.
  1. Top manajemen
    Top manajemen membutuhkan informasi mengenai laporan keuangan dari akuntansi manajemen untuk membuat beberapa langkah seperti, ekspansi usaha, pengembangan produk, penyusunan anggaran dan kebijakan investasi. Analisis laporan dapat membantu mereka untuk mengembangkan keputusan terkait aspek yang ada di perusahaan.
  2. Manajer keuangan
    Manajer keuangan biasanya membutuhkan informasi terkait keuangan yang ada di sebuah perusahaan seperti, pendanaan modal kerja, cost of fund pada modal kerja, tingkat pengembalian modal, rasio keuangan dan lainnya.
  3. Manajer Produksi
    Untuk manajer produksi, mereka membutuhkan laporan yang berisi rincian biaya cost of good, total biaya produksi, biaya per unit produk, dan hal lainnya. Setelah itu, mereka bisa membuat perencanaan terkait produk sebuah perusahaan.
  4. Manajer pemasaran
    Untuk membuat sebuah perencanaan pemasaran bagi perusahaan, seorang manajer pemasaran membutuhkan laporan akuntansi manajemen yang berfungsi untuk melihat dan menganalisis mengenai apa yang perlu dibenahi. Biasanya, manajer pemasaran membutuhkan laporan yang meliputi beberapa hal seperti, komisi penjualan, marketing fee, nilai diskon dari produk dan lainnya.


Informasi Akuntansi Manajemen

Akuntansi Manajemen ditujukan untuk menyediakan informasi akuntansi yang akurat bagi manajemen yang dalam pelaksanaan fungsi pokoknya sangat memerlukan informasi ini,
terutama untuk perencanaan dan pengendalian bagi perusahaan. Informasi akuntansi manajemen dibagi menjadi 3 tipe, yaitu :
  • Informasi akuntansi penuh (Full accounting information). Informasi akuntansi penuh dapat mencakup informasi masa lalu maupun informasi yang akan datang dan mencakup informasi mengenai biaya, pendapatan dan aktiva. Informasi akuntansi penuh selalu dihubungkan dengan kesatuan usaha, produk atau departemen karena informasi ini digunakan untuk pelaporan informasi keuangan dan analisis kemampuan menghasilkan laba rugi suatu divisi atau bagian secara khusus, pada bagian inilah informasi akuntansi perusahaan yang berisi informasi masa lalu digunakan.
  • Informasi akuntansi pertanggungjawaban (Full Responsibility Information) Tiap manajer dalam organisasi merencanakan aktiva, pendapatan dan biaya yang menjadi tanggungjawabnya dibawah koordinasi manajemen puncak dan menyusun program berdasarkan informasi akuntansi pertanggungjawaban. Informasi akuntansi pertanggungjawaban juga digunakan untuk mengamati pelaksanaan anggaran dan menilai seberapa jauh manajer melaksanakan rencananya.
  • Informasi Akuntansi Diferensial (Differential accounting information) Informasi akuntansi diferensial mempunyai dua ciri utama, pertama informasi akuntansi merupakan informasi masa yang akan datang. Kedua, informasi akuntansi merupakan informasi yang berbeda diantara berbagai macam alternatif yang dihadapi oleh berbagai keputusan. Informasi akuntansi diferensial ini sangat diperlukan pihak manajemen dalam pengambilan keputusan sebagai pemilihan alternatif tindakan yang terbaik diantara alternatif yang tersedia, ditinjau dari segi pengorbanan dan manfaat yang diperoleh bila suatu alternatif tersebut diambil.


Peran Akuntansi Manajemen Dalam Suatu Perusahaan

 1. Membantu untuk “meramal” masa depan

Akuntansi manajemen membantu berdasarkan data. Hal ini sangat membantu manajer untuk memperkirakan semuanya, terutama saat melakukan  pengambilan keputusan dan menentukan pilihan penting dalam organisasi.
Contohnya seperti :  Haruskah perusahaan berinvestasi dalam lebih banyak peralatan operasional?  Haruskah diversifikasi ke pasar yang berbeda? Haruskah membeli perusahaan lain?  Dan sebagainya.
Akuntansi manajemen membantu dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis ini dan meramalkan tren masa depan dalam bisnis. 

2. Membantu memilih keputusan “membuat atau membeli”

Ketersediaan biaya dan produksi adalah faktor penentu dalam pilihan ini. Melalui akuntansi manajemen, data  akan dikembangkan yang akan memungkinkan pengambilan keputusan di tingkat operasional dan strategis.

3. Memprediksi Arus Kas

Memprediksi arus kas dan mengetahui dampak arus kas pada bisnis sangat penting. Berapa biaya yang akan ditanggung perusahaan di masa depan?  Dari mana penerimaannya berasal dan apakah pendapatan akan bertambah atau berkurang di masa depan?
Akuntansi manajemen melibatkan perancangan anggaran dan grafik tren. Manajer menggunakan informasi ini untuk memutuskan bagaimana mengalokasikan kas dan sumber daya untuk menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang diproyeksikan.

4. Membantu mengetahui realisasi kinerja

Akuntansi manajemen dapat membantu untuk mengetahui realisasi kinerja.  Hal ini untuk mengetahui perbedaan antara apa yang telah direncanakan  dan apa yang sebenarnya telah terealisasi.
Proses ini juga menggunakan teknik analisis untuk membantu manajemen membangun varians positif dan melakukan perubahan pada hal negatif dalam kelangsungan bisnis.

5. Menganalisa tingkat pengembalian yang diharapkan

Sebelum memulai proyek yang membutuhkan investasi besar, perusahaan perlu menganalisis tingkat pengembalian yang diharapkan atau Rate of Return (ROR).


Demikian atikel mengenai pengertian akuntansi manajemen dan menurut para ahli, semoga artikel yang lumayan singkat ini dapat memberikan ilmu pengetahuan baru yang bermanfaat…


Penelusuran yang terkait dengan Pengertian Akuntansi Manajemen
  • pengertian akuntansi manajemen menurut para ahli
  • pengertian akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan
  • fungsi akuntansi manajemen
  • materi akuntansi manajemen
  • contoh akuntansi manajemen
  • ruang lingkup akuntansi manajemen
  • akuntansi manajemen pdf
  • makalah akuntansi manajemen

Post a Comment for "Pengertian Akuntansi Manajemen Meliputi Sejarah, Manfaat, Fungsi, Tujuan, dan Perannya Secara Lengkap"