Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Konsumsi Meliputi Ciri, Tujuan, Contoh dan Perilakunya Secara Lengkap

Pengertian Konsumsi, Ciri, Tujuan dan Faktor Yang Mempengaruhi

Pengertian Konsumsi

Konsumsi adalah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan faedah suatu benda (barang dan jasa) dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan kepuasan secara langsung.. Selain untuk tujuan konsumsi (menghabiskan kegunaannya),suatu benda juga dipergunakan sebagai benda produksi. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen.


Pengertian Konsumsi Menurut Para Ahli

  • Menurut Soeharno (2007:6), konsumsi adalah kegiatan memanfaatkan barang-barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhan hidup. Barang-barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup ini tergantung dari pendapatan yang diperoleh.
  • Menurut Pujoalwanto (2014:151) konsumsi merupakan kegiatan seseorang atau kelompok dalam menggunakan, memakai, atau menghabiskan barang dan jasa dengan maksud memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Menurut Soediyono (2000:145), yang dimaksud dengan pengeluaran konsumsi di sini terbatas kepada pengeluaran konsumsi rumah tangga keluarga, yang meliputi semua pengeluaran rumah-rumah tangga keluarga dan perseorangan serta lembaga-lembaaga swasta bukan perusahaan untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa.
  • Menurut Sukirno (2000:92), pola pengeluaran konsumsi seseorang atau rumah tangga pada dasarnya dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu konsumsi pangan (makanan) dan konsumsi non pangan (bukan makanan) penggunaan pendapatan untuk konsumsi tersebut menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat. Semakin besar bagian pendapatan yang digunakan untuk membeli makanan menunjukan konsumsi pangan dan non pangan (bukan makanan), semakin rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat dan sebaliknya semakin kecil bagian pendapatan yang digunakan untuk membeli bahan makanan menunjukkan semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat tersebut.Faktor terpenting yang menentukan tingkat pengeluaran rumah tangga (secara seunit kecil atau dalam keseluruhan ekonomi) adalah pendapatan rumah tangga.
  • Sedangkan menurut Said (2000:49), pola konsumsi yang konstan (stabil) yang memberikan tingkat utilitas tertinggi, dimana untuk melakukan konsumsi maka rumah tangga dapat diperoleh selama bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Menurut Sukirno (2000:108), pandangan Keynes semakin besar penghasilan seseorang, semakin besar bagian penghasilan yang bisa disisihkan untuk ditabung tanpa ia harus menderita kekurangan makanan/pakaian dan sebagainya. Persentase penghasilan yang ditabung disuatu masyarakat menunjukkan prilaku sektor rumah tangga secara keseluruhan dalam mengalokasikan penghasilan mereka.Persentase inilah yang dikenal dengan istilah propensity to save (kecendrungan untuk menabung) dari masyarakat tersebut, sedangkan persentase dari penghasilan yang dibelanjakan disebut propensity to save (kecendrungan untuk menabung) disebut propensity to consume (kecendrungan untuk mengkonsumsi).Semakin tinggi penghasilan kecenderungan konsumsi rendah dan kecenderungan menabung tinggi, sebaliknya semakin rendahnya penghasilan kecenderungan konsumsi tinggi dan kecenderungan menabung rendah.             


Ciri-ciri  Benda atau Barang Konsumsi

Untuk mengetahui apakah pemakaian suatu barang termasuk kedalam konsumsi atau bukan, terdapat beberapa ciri yang membedakannya, diantaranya:
  • Barang konsumsi memiliki manfaat, nilai dan volume yang jika digunakan akan habis sekaligus atau habisnya secara berangsur-angsur. Habis atau tidaknya suatu barang saat dikonsumsi dapat dibedakan menjadi: Barang yang dapat habis dalam sekali pemakaian, misalnya seperti: minuman dan makanan. Lalu barang yang dipakai berulang-ulang dan semakin lama semakin habis atau akan rusak. Misalnya seperti celana, baju, sepatu, ember, tv dan lain-lain.
  • Barang konsumsi digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jika penggunaan traktor, cangkul, palu dsb. tidak termasuk kedalam kegiatan konsumsi, karena barang atau benda tersebut termasuk kedalam produksi.
  • Barang konsumsi merupakan barang ekonomi dan diperoleh dengan pengorbanan. Jika menghirup oksigen, berjemur di pagi hari dsb. bukanlah kegiatan konsumsi karena didapat secara gratis. Jadi barang konsumsi harus diperoleh dengan pengorbanan dan merupakan barang ekonomi.


Tujuan Kegiatan Konsumsi

Dalam sebuah tujuan dalam kegiatan terhadap konsumsi, diantaranya ialah sebagai:

a. Memakai Nilai Guna Barang Secara Bertahap

Tujuan orang menggunakan item atau layanan yang nilainya dalam penggunaan secara bertahap menurun ketika digunakan oleh orang-orang. Dengan kata lain, barang dan layanan ini dapat memiliki umur yang panjang, contohnya selesai komputer, mobil, meja, sepeda motor, dan lainnya.

b. Memakai Nilai Guna Suatu Barang Sekaligus

Adanya sebuah tujuan dalam menggunakan nilai suatu barang segera habis ketika digunakan dengan manusia. Misalnya, pada minuman dan makanan yang tidak tahan lama dan harus segera di konsumsi.

c. Pemenuhan Kebutuhan Jasmani dan Rohani

Adanya tujuan utama dalam sebuah kegiatan pada konsumsi manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan fisik dan mental mereka. Kebutuhan fisik seperti minum atau makan, olahraga dan lainnya. Sambil melakukan kebutuhan spiritual seperti hiburan, membaca, ibadah, buku dan lain sebagainya.

d. Memuaskan Kebutuhan Secara Fisik

Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan fisik, seperti seseorang yang membeli produk pelangsing agar tubuh tetap langsing dan ideal, atau mengonsumsi obat-obatan sebagai dalam sebuah kecantikan, dan dapat membeli pakaian bagus untuk terlihat cantik dan elegan hingga untuk memenuhi kebutuhan fisik dengan cara langsung.


Pola Konsumsi

Pola konsumsi merupakan suatu susunan akan kebutuhan seseorang terhadap barang dan jasa yang akan dikonsumsi dan tergantung berdasarkan pendapatan dalam jangka waktu tertentu. Perlu diketahui bahwa pola konsumsi seseorang berbeda dengan orang yang lainnya. Hal ini tergantung dari besarnya pendapatan seseorang tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya. Seseorang juga akan menyusun kebutuhan konsumsinya berdasarkan prioritas yang pokok kemudian sekunder. Seperti misalnya kebutuhan pokok adalah kebutuhan untuk makan, pendidikan, dan kesehatan. Sedangkan yang termasuk ke dalam kebutuhan sekunder adalah hiburan dan rekreasi. Sehingga ketika pendapatan seseorang tersebut mengalami penurunan, maka orang tersebut akan memangkas kebutuhan sekunder nya kemudian memprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pokok terlebih dahulu. Hal ini akan menekan kebiasaan melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Karena pada dasarnya perilaku konsumtif akan menimbulkan efek negatif yang tidak baik bagi tingkat perekonomian seseorang. Maka dari itu, seseorang harus menerapkan pola konsumsi yang rasional dalam pemenuhan kebutuhannya.
Selain itu, besar kecilnya konsumsi yang dilakukan seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor berikut ini :
  1. Pendapatan
  2. Perkiraan harga di masa mendatang
  3. Harga barang yang bersangkutan
  4. Barang substitusi dan komplementer
  5. Iklan
  6. Ketersediaan barang dan jasa
  7. Selera
  8. Mode
  9. Jumlah keluarga
  10. Lingkungan sosial budaya


  • Menjaga keberlangsungan siklus ekonomi, baik bagi konsumen maupun produsen.
  • Menyebabkan kegiatan perekonomian menjadi lebih maju
  • Arus perputaran barang dan jasa menjadi lebih cepat sebagai konsekuensi atas tindakan konsumsi yang berkelanjutan.
Bagi produsen terdorong meningkatkan produksinya, sedangkan bagi konsumen dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
Adanya sikap konsumtif yang dilakukan oleh konsumen, sikap ini mendatangkan permintaan yang mendorong pertumbuhan kegiatan perekonomian.



  • Dapat menyebabkan seseorang bersikap tidak hemat.
  • Sikap tidak hemat dapat menyebabkan terjebak utang-piutang
  • Menurunkan motivasi untuk menabung, mengakibatkan sumber dana investasi di Bank juga menurun.


Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi diantaranya yaitu:
  • Pendapatan
Semakin besar pendapatan seseorang maka akan semakin banyak jumlah dan barang yang akan dikonsumsi, begitu juga dengan sebaliknya.
  • Harga barang dan jasa
Semakin mahal (tinggi) harga suatu barang atau jasa maka akan semakin sedikit jumlah dan macam barang yang dikonsumsi dan begitu sebaliknya.
  • Tingkat pendidikan
Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang biasanya semakin banyak barang atau jasa yang dikonsumsi dan begitu sebaliknya.
  • Jumlah keluarga
Semakin banyak jumlah anggota dalam keluarga, maka semakin banyak pula konsumsi yang dilakukan/dibutuhkan, begitu pula sebaliknya.
  • Jenis kelamin
Kebutuhan barang atau jasa yang dibutuhkan pria dan wanita tentu saja berbeda.
  • Selera
Seorang yang selalu ingin terlihat berpenampilan menarik, tentu akan membutuhan pakaian dan perlengkapannya untuk membuatnya semakin menarik. Sementara, orang yang cenderung cuek dengan penampilannya, pasti akan berpenampilan apa adanya.
  • Adat istiadat
Adanya adat istiadat akan mempengaruhi jumlah atau jenis barang yang akan dikonsumsi. Jumlah barang yang digunakan dalam melaksanakan adat istiadat tentunya tergantung dari daerah yang memiliki adat tersebut.


Contoh Kegiatan Konsumsi

Terdapat beberapa sebuah contoh dalam sebuah kegiatan konsumsi, diantaranya ialah sebagai berikut:
  • Rara minum “berarti bahwa Rudi harus menghabiskan sebuah barang sebagai memenuhi suatu kebutuhan hidup”.
  • Acha dapat berkomunikasi dengan ponsel, yang berarti Rika menggunakan layanan operator seluler.
  • Icha turun tahta Roni pergi ke sekolah artinya dapat mengkonsumsi sebuah layanan transportasi.
  • Rina berobat dengan seorang dokter berarti ia mendapatkan sebuah perawatan kesehatan.
  • Ria membeli sabun mandi untuk memenuhi kebutuhan hidup


Perbedaan Konsumsi, Konsumen dan Konsumtif

Berikut ini akan dijelaskan ketiga perbedaan mengenai cakupan konsumsi yang berkaitan, yaitu perbedaan antara konsumsi, konsumen, dan konsumtif.
  • Konsumsi adalah segala kegiatan yang dipergunakan dengan tujuan untuk mengambil kegunaan pada suatu produk dan jasa. Produk dan jasa ini dapat berupa barang atau benda, serta sebuah jenis jasa atau pelayanan. Kegiatan konsumsi ini dimaksudkan untuk memenuhi semua kebutuhan yang bersifat penting atau bahkan hanya bersifat kesenangan dan kepuasan dalam waktu seketika. Barang konsumsi adalah barang-barang yang diproduksi dengan tujuan untuk dipergunakan oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kegiatan konsumsi ini tercipta karena adanya seseorang yang melakukan proses produksi atau memproduksi. Begitu pula sebaliknya, kegiatan produksi ada karena seseorang yang melakukan kegiatan konsumsi atas produk tersebut.
  • Konsumen adalah seseorang atau pelaku yang melakukan kegiatan konsumsi. Konsumen biasanya melakukan kegiatan pembelian terhadap barang-barang maupun jasa. Konsumen ini tidak terbatas pada jenis kelamin, umur, dan bahkan status sosial. Semua orang yang memiliki uang dan kemampuan untuk membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka orang tersebut disebut sebagai konsumen. Selain membeli, konsumen juga merupakan seseorang yang memakai atau menggunakan barang-barang hasil produksi. Konsumen memiliki hak-hak istimewa sebagai pembeli, yaitu karena konsumen memiliki kuasa atas uang yang akan dibelanjakannya, maka konsumen sering disebut sebagai ‘raja’. Konsumen mampu membeli dan memakai barang-barang konsumsi bagi dirinya sendiri maupun orang lain dan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan kesenangan bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
  • Konsumtif adalah suatu sifat seseorang atau seorang konsumen yang gemar membelanjakan uangnya untuk barang-barang konsumsi. Sifat konsumtif ini kadang dinilai merugikan, karena seseorang membeli suatu barang bukan berdasarkan keperluan, namun hanya untuk kesenangan maupun karena iming-iming diskon yang besar terhadap suatu barang. Konsumen ini tidak akan memerlukan waktu yang lama untuk melihat, menilai dan mempertimbangkan untuk membeli suatu barang. Melainkan langsung membeli tanpa memikirkan manfaat barang tersebut di masa depan. Kegiatan konsumtif ini adalah kegiatan konsumsi dan pemakaian barang yang berlebihan dan tidak baik apabila dilakukan dalam jangka waktu yang panjang atau berkelanjutan. Karena sifat konsumtif manusia akan mengakibatkan sifat ketergantungan, dan sifat tersebut akan sangat sulit untuk dihilangkan serta menimbulkan efek yang negatif


Penelusuran yang terkait dengan Pengertian Konsumsi
  • pengertian konsumsi dalam ekonomi
  • pengertian konsumsi menurut para ahli
  • pengertian konsumsi brainly
  • pengertian konsumsi makanan
  • tujuan konsumsi
  • contoh konsumsi
  • ciri-ciri benda konsumsi
  • pengertian produksi

Post a Comment for "Pengertian Konsumsi Meliputi Ciri, Tujuan, Contoh dan Perilakunya Secara Lengkap"