Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Hutan Hujan Tropis Adalah : Ciri-ciri, Manfaat, Flora dan Fauna Hutan Hujan Tropis


 Apakah Hutan Hujan Itu?

Hutan hujan tropis adalah hutan dengan pohon-pohon yang tinggi, iklim yang hangat, dan curah hujan yang tinggi. Di beberapa hutan hujan, curah hujannya lebih besar dari 1 inci per hari!

Hutan hujan dapat ditemukan di Afrika, Asia, Australia, serta Amerika Tengah dan Selatan. Hutan hujan terbesar di dunia adalah hutan hujan Amazon.

 Baca Juga: Pengertian Lapisan Eksosfer : Ciri - Ciri, Fungsi, dan Suhu pada Lapisan Eksosfer

 

 

Ciri-ciri Hutan Hujan

Ada beberapa ciri khas hutan hujan, diantarannya

  • Pohon

Pohon-pohon di hutan hujan biasanya berbatang tinggi, dan daunya seperti canopy yang secara langsung memberikan perlindungan tanamanya dibawahnya seperti tanaman merambat, rumput, serta lumut. Biasanya pohonya bercabang banyak, rimbun dan memiliki dauh yang lebar. Dalam ekosistem hutan hujan tidak ada tumbuhan yang mendominasi, semuanya berbagi peran satu sama lainnya, sehingga terciptnya keanekaragaman tumbuhan di kawasan hutan hujan

  • Temparatur

Hutan hujan memiliki temperatur suhu yang stabil, kisaran  20 – 34oC. Setiap tahunnya rata-rata suhu hutan hujan berkisar antara 25 – 26oC. Tidak heran hutan hujan selalu dalam kondisi lembab.

  • Curah Hujan

Curah hujan bisa mencapai 10.00 mm per tahun dalam kondisi ekstrem. Dan ini pernah terjadi di Papua Nugini bagian barat. Dan rata-rata curah hujan di kawasan Asia

Dimana Lokasi Hutan Hujan

Banyak negara memiliki hutan hujan, beberapa negara memiliki hutan hujan terbesar, diantaranya.

  1. Indonesia
  2. Brazil
  3. Peru
  4. Kongo
  5. Papua Nugini
  6. Venezuela
  7. Meksiko
  8. Suriname
  9. Bolivia
  10. Kolombia

 

Penyebab Rusaknya Hutan Hujan

Saat ini, muncul berbagai kerusakan hutan hujan akibat ulah manusia. Salah satu contohnya, hutan di wilayah New Jersey yang rusak akibat penebangan liar. Akibatnya, tumbuhan dan hewan yang hidup di daerah tersebut terancam punah karena habitatnya menghilang.

Rusaknya hutan umumnya disebabkan oleh kegiatan manusia, sebagai berikut:

  1. Penebangan pohon secara liar. Menebang kayu secara liar untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dapat menyebabkan kerusakan habitat flora dan fauna. Kayu dari hutan, digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, seperti membangun rumah, keperluan kayu bakar, serta perdagangan. Deforestasi ini menyebabkan ekosistem yang ada di hutan hujan menjadi rusak.
  2. Alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian dan agrikultur. Kawasan hutan yang sebenarnya adalah kawasan terlindung, banyak dijadikan lahan pertanian atau perkebunan, baik oleh individu maupun perusahaan-perusahaan besar.
  3. Pembangunan infrastruktur. Pembangunan jalan yang melintasi atau membelah hutan juga dapat menyebabkan hutan rusak. Ekosistem yang ada di dalam hutan akan terganggu akibat pembangunan infrastruktur tersebut.

 

 

Flora dan Fauna Hutan Hujan Tropis


Jenis flora dan fauna di hutan ini berbeda dengan yang lain. Tercatat lebih dari 3.000 spesies flora hidup dalam hutan hujan tropis. Biasanya flora yang ditemukan adalah yang menempel pada tumbuhan (flora epifit), jamur (cendawan), lumut, anggrek, dan rotan. Sementara itu, jenis fauna di hutan hujan tropis, seperti burung, mamalia, monyet, hingga kupu-kupu.

 

 

Manfaat Hutan Hujan

Hutan hujan yang sebagian besar berada di daerah tropis, memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. Baik manfaat untuk tumbuhan, hewan dan manusia. Peranannya bagi kehidupan, antara lain:

1. Menjaga Kestabilan Suhu di Dunia

Hutan hujan merupakan hutan yang berkontribusi menjaga suhu di dunia agar tetap stabil. Sebab, hutan ini mampu menyerap karbon dengan intensitas yang tinggi. Perlu diketahui, karbon merupakan salah satu penyebab terjadinya pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim.Pemanasan global akan berkurang apabila karbon dapat diserap oleh pepohonan di hutan. Disinilah peranan utamanya sebagai penjaga kestabilan suhu dunia, yaitu menyerap dan menyimpan karbon bumi yang berlebih.Peranan tersebut membuat negara-negara di dunia berlomba-lomba membayar negara yang memiliki hutan hujan agar dapat menjaga kestabilan suhu di dunia.Tujuannya, agar negara yang memiliki kawasan senantiasa menjaga kondisi hutan agar tetap lestari.

2. Habitat Tumbuhan dan Hewan

Hutan hujan memiliki ekosistem yang variatif dan tidak ada spesies yang lebih dominan. Kondisi hutan yang sangat stabil, membuatnya menjadi rumah atau tempat tinggal yang ideal bagi berbagai tumbuhan dan hewan.Selain itu, karena tidak adanya spesies yang lebih dominan, maka setiap jenis tumbuhan dan hewan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, bahkan kemungkinan besar banyak spesies yang belum teridentifikasi hidup dan berkembang biak di kawasan hutan hujan.

3. Menjaga Air

Salah satu manfaat hutan hujan yang tidak kalah penting, adalah menjaga ketersediaan air tanah. Peranan hutan dalam menjaga cadangan air dilakukan melalui proses transpirasi.Proses transpirasi merupakan proses pelepasan air yang berasal dari daun-daun ketika proses fotosintesis. Dalam proses tersebut, uap air akan memengaruhi formasi awan hujan, sehingga awan tersebut akan melepaskan air kembali (hujan).Contohnya adalah hutan Amazon, merupakan hutan hujan terbesar di dunia yang memiliki 50% hingga 80% uap air dalam ekosistem peredaran air.

4. Sumber Tanaman Obat / Herbal

Penduduk asli  tinggal di hutan memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis tumbuhan yang dapat dijadikan obat. Seiring perkembangan zaman, jenis-jenis tumbuhan yang ada di dalam hutan hujan dijadikan sebagai bahan baku obat-obatan segala macam penyakit.

5. Penopang Kehidupan Suku Pedalaman

Hutan hujan adalah penyokong kehidupan suku-suku pedalaman. Misalnya, wilayah hutan Amazon yang dihuni oleh bangsa Amerindian. Orang-orang Amerindian dapat bertahan hidup dengan memanfaatkan hasil hutan.Hal ini juga berlaku di negara-negara lain di dunia, beberapa suku pedalaman menjadikan hasil hutan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka, contohnya adalah suku-suku di Indonesia.Suku pedalaman di Indonesia, seperti suku korowai dan suku anak dalam merupakan orang-orang yang tinggal di dalam hutan. Mereka memanfaatkan hutan sebagai tempat tinggal dan sumber pangan.

6. Tempat Tujuan Wisata dan Penelitian

Hutan hujan juga dapat dijadikan sebagai tempat tujuan wisata dan penelitian. Adanya keanekaragaman spesies tumbuhan dan hewan, tentu akan menarik perhatian para pengunjung kawasan ini. Hal ini mendorong wisatawan untuk datang berwisata ke area hutan hujan.Bagi peneliti, hutan hujan merupakan tempat menggali ilmu pengetahuan, terutama mengenai pencarian spesies baru tumbuhan dan hewan. Misalnya, para ahli dendrologi yang mendalami ilmu tentang pohon.

7. Lahan Pertanian dan Perkebunan Subur

Beberapa peneliti menyatakan, bahwa hutan hujan memiliki permukaan tanah yang mengandung banyak humus. Oleh karenanya, kawasan ini merupakan kawasan yang memiliki tanah yang subur. Kesuburan tanah di hutan hujan cocok untuk dijadikan lahan pertanian atau perkebunan melalui upaya pembukaan wilayah hutan.

8. Pelindung Ancaman Bencana Alam

Hutan hujan dapat memebrikan perlindungan dari bencana alam, seperti banjir, tanah longsor atau erosi. Akar-akar pohon dan vegetasi lain yang hidup di hutan dapat membantu menahan tanah, sehingga dapat mengurangi terjadinya erosi.

 

Baca Juga: Pengertian Lapisan Stratosfer : Ciri-ciri, Suhu di Lapisan Stratosfer dan Jenis-Jenis Lapisan Penyusun Stratosfer

 

Demikian Penjelasan Tentang  Pengertian Hutan Hujan Tropis Adalah : Ciri-ciri,  Manfaat, Flora dan Fauna Hutan Hujan Tropis. Semoga Artikel ini Bermanfaat dan jangan Lupa Selalu Kunjungi Ilmuips.my.id Selalu.

 

Penelusuran yang terkait dengan Hutan Hujan adalah

  • hutan hujan tropis berada di wilayah
  • hutan hujan tropis di indonesia
  • hutan musim
  • ciri-ciri hutan hujan tropis
  • hutan hujan tropis terluas di indonesia adalah
  • contoh hutan hujan tropis
  • manfaat hutan hujan tropis
  • peta persebaran hutan hujan tropis di indonesia

Post a Comment for "Pengertian Hutan Hujan Tropis Adalah : Ciri-ciri, Manfaat, Flora dan Fauna Hutan Hujan Tropis"