Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perundingan Linggarjati: Sejarah, Latar Belakang, Tokoh, Isi Perjanjian dan Dampak perjanjian Linggarjati


Perundingan Linggarjati (juga dieja sebagai Perundingan Linggajati) atau Perundingan Cirebon[1] adalah suatu perundingan antara Indonesia dan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia. Hasil perundingan ini ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan ditandatangani secara sah oleh kedua negara pada 25 Maret 1947

 

Sejarah Perundingan Linggarjati

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, perundingan linggarjati dilatarbelakangi oleh konflik berkepanjangan antara Indonesia-Belanda dan keinginan Belanda untuk kembali menjajah Indonesia.Pemerintah Inggris mengundang pihak Indonesia dan Belanda di Hooge Veluwe. Namun, perundingan tersebut gagal karena Belanda menolak permintaan Indonesia untuk diakui kedaulatannya atas pulau Jawa, Sumatera, dan Madura.Saat itu, Belanda hanya mau mengakui kedaulatan Indonesia di daerah pulau Jawa dan Madura saja.Pada akhir bulan Agustus 1946, kerajaan Inggris mengirimkan Lord Killearn ke Indonesia untuk menyelesaikan konflik Indonesia-Belanda dengan perundingan yang baru.

Perundingan singkat yang dilaksanakan di Konsulat Jendral Inggris Raya di Jakarta pada tanggal 7 Oktober 1946 berhasil membuahkan kesepakatan gencatan senjata antara Indonesia-Belanda.

Kesepakatan gencatan senjata dan kembali ke meja perundingan ini berhasil disetujui pada tanggal 14 Oktober.Setelah itu, pihak Indonesia-Belanda melanjutkan perundingan dalam perundingan Linggarjati yang dilaksanakan pada tanggal 11 November 1946.

Alasan Sutan Sjahrir memilih Linggarjati tidak diketahui secara pasti. Kemungkinan, Sjahrir menilai bahwa kondisi alam yang indah nan asri dari Gunung Ciremai dan Linggarjati bisa mengurangi ketegangan perundingan.Perundingan ini selesai pada 15 November 1946 namun baru ditandatangani oleh kedua belah pihak pada 25 Maret 1947.Rentang waktu tersebut diberikan agar delegasi dari kedua negara dapat melakukan perbaikan isi dan juga revisi syarat-syarat agar sama-sama menguntungkan.

 

Latar Belakang Perundingan Linggarjati

Perundingan Linggarjati secara umum dilatarbelakangi oleh keinginan Belanda untuk kembali menguasai Hindia Belanda.Namun, keinginan tersebut tidak dapat terwujud karena saat dijajah oleh Jepang, Indonesia sudah memproklamasikan kemerdekaannya melalui proses yang panjang dengan organisasi-organisasi seperti BPUPKI, PPKI, dan akhirnya proklamasi oleh SoekarnoMelihat hal ini, Belanda justru berupaya menyerang Indonesia yang sudah merdeka dengan cara menyusup kedalam pasukan sekutu yang datang ke Indonesia untuk melucuti Jepang.

Secara khusus, terdapat 2 alasan yang melatarbelakangi terjadinya perundingan linggarjati yaitu

  • Keinginan Belanda untuk kembali berkuasa di Indonesia
  • Konflik Indonesia-Belanda yang berkepanjangan

Agar kalian lebih paham, alasan-alasan tersebut akan dijelaskan secara lebih rinci dibawah ini

 

Baca Juga: Trikora: Pengertian, Latar Belakang, Tujuan, Isi, Tokoh dan Dampak Trikora

 

Keinginan Belanda untuk Kembali Berkuasa di Indonesia

Indonesia telah berhasil merdeka setelah dibacakannya Proklamasi Indonesia oleh Bung Karno di tanggal 17 Agustus 1945. Hal tersebut juga sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia sudah terlepas dari belenggu Jepang.Akan tetapi, Belanda yang telah menjajah Indonesia mempunyai keinginan untuk kembali menjajah Indonesia seperti sedia kala.Untuk memuluskan aksinya, Belanda berupaya menguasai Indonesia lewat jalur politik dan juga jalur militer dengan menyusup kedalam tentara AFNEI yang datang ke Indonesia.

Aksi tersebut dimulai pada tanggal 29 September 1945, tepatnya ketika AFNEI dan sekutu hadir di Indonesia.Tujuan mereka datang adalah melucuti pasukan Jepang yang telah kalah dalam pertempuran di Perang Dunia II. Akan tetapi, ternyata NICA ikut serta membonceng kedatangan AFNEI dan sekutu ke Indonesia.

NICA atau Nederlands Indies Civil Administration adalah korps administrasi kolonial milik kerajaan Belanda yang bertugas memerintah daerah jajahannya.Hal itulah yang kemudian menyebabkan rakyat dan pemerintah Indonesia merasa curiga, mereka merasa bahwa Belanda mempunyai niat untuk kembali menjajah Indonesia.Ternyata dugaan tersebut terbukti dengan adanya berbagai pertempuran yang terjadi antara tentara Indonesia dengan pasukan Belanda yang sudah menapakkan kaki di Indonesia.Keinginan Belanda untuk menguasai Indonesia inilah yang menjadi katalis utama terjadinya perjanjian Linggarjati antara kedua negara.

 

 

Perjanjian Linggarjati dan tokoh yang terlibat di dalamnya

Perjanjian Linggarjati disahkan pada 25 Maret 1947 dengan isi perjanjian sebagai berikut:
  1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.
  1. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
  1. Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara Republik Indonesia Serikat (RIS).
  1. Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni.
Perundingan dan Perjanjian Linggarjati melibatkan beberapa tokoh yang mewakili pihak-pihak yang terlibat, yaitu:
  • Indonesia diwakili oleh Sutan Syarhrir sebagai ketua. Beliau ditemani oleh A K Gani, Susanto Tirtoprojo, dan Mohammad Roem.
  • Belanda diwakili oleh Wim Schermerhorn sebagai ketua dan ditemani oleh Max Von Poll, H J van Mook, dan F de Baer.
  • Inggris sebagai penanggungjawab diwakili oleh Lord Killearn.
Perjanjian Linggarjati ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat Indonesia karena masyarakat mengangap lemahnya pemerintah dalam mempertahankan kedaulatan negara. Kemudian pada 20 Juli 1947, Van Mook akhirnya menyatakan bahwa Belanda tidak terikat lagi denganPerjanjian Linggarjati.
Pada tanggal 21 Juli 1947, meletuslah Agresi Militer Belanda I yang menjadi bukti berakhirnya Perjanjian Linggarjati yang merupakan akibat dari perbedaan penafsiran antara Indonesia dan Belanda.
  
 

Proses Perundingan Linggarjati / Jalannya perundingan

Setelah pemilihan umum Belanda pada tahun 1946, koalisi pemerintahan yang baru terbentuk memutuskan untuk mendirikan "Komisi Jenderal" untuk memulai negosiasi dengan Indonesia. Pemimpin dari komisi ini adalah Wim Schermerhorn. Tujuan didirkannya komisi ini adalah untuk mengatur konstitusi Hindia Belanda pada pasca-Perang Dunia II tanpa memerdekakan koloninya.

Dalam perundingan ini, Wim Schermerhorn beserta komisinya dan Hubertus van Mook mewakili Belanda, sementara Soetan Sjahrir mewakili Indonesia, dan Lord Killearn dari Inggris bertindak sebagai mediator dalam perundingan ini. 
 

Dampak perjanjian Linggarjati

Adanya perjanjian Linggarjati memberikan dampak positif maupun negatif bagi Indonesia. Berikut beberapa dampaknya:

  • Dampak positif

Beberapa dampak positifnya, yaitu:

  1. Citra Indonesia di mata dunia semakin kuat, dengan adanya pengakuan Belanda terhadap
  2. Kemerdekaan Indonesia.
  3. Belanda mengakui negara Republik Indonesia atas kuasa Pulau Jawa, Madura, dan Sumatera secara de facto.
  4. Selesainya konflik antara Belanda dan Indonesia.
  • Dampak negatif

Beberapa dampak negatif bagi Indonesia, yaitu:

  1. Indonesia hanya memiliki wilayah kekuasaan yang kecil. Selain itu Indonesia harus mengikuti persemakmuran Indo-Belanda.
  2. Memberikan waktu Belanda untuk mempersiapkan melanjutkan agresi militer.
  3. Perjanjian ini ditentang oleh sejumlah masyarakat, seperti Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Rakjat Sosialis.
  4. Dalam perundingan tersebut, Sutan Syahrir telah dianggap memberikan dukungan pada Belanda. Sehingga membuat anggota dari Partai Sosialis dan KNIP mengambil langkah penarikan dukungan pada 26 Juni 1947

 

 

Pelanggaran Perundingan Linggarjati

Perjanjian Linggarjati tidak berhasil membendung kemauan Belanda untuk kembali menguasai Indonesia. Pada tanggal 20 Juli 1947, H.J Van Mook memutuskan secara sepihak bahwa Belanda tidak lagi terikat oleh hasil perundingan Linggarjati.Aksi ini pun dilanjutkan dengan serangan bertubi-tubi Belanda terhadap wilayah kekuasaan Indonesia.

Serangan-serangan militer ini nantinya akan dikenal sebagai Agresi Militer Belanda yang pertama. Hal ini terjadi karena Belanda dan Indonesia memiliki penafsiran yang berbeda terhadap hasil perjanjian Linggarjati ini.Konflik ini pun akhirnya diselesaikan dengan perjanjian Renville yang hasilnya juga banyak merugikan bangsa Indonesia.

 

 Baca Juga: Pengertian Dwikora Meliputi Latar Belakang, Tujuan, Isi, dan Dampaknya

 

Penelusuran terkait

  • hasil perundingan linggarjati
  • isi perundingan linggarjati
  • tokoh perundingan linggarjati
  • tempat perundingan linggarjati
  • pelaksanaan perundingan linggarjati
  • pada perundingan linggarjati indonesia diwakili oleh
  • proses perundingan linggarjati
  • waktu perundingan linggarjati

Post a Comment for "Perundingan Linggarjati: Sejarah, Latar Belakang, Tokoh, Isi Perjanjian dan Dampak perjanjian Linggarjati"