Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Batuan Beku Meliputi Proses, Struktur Batuan Beku, Jenis dan Contoh

Pengertian batuan beku

Pengertian batuan beku adalah batuan terbentuk dari magma yang mengalami proses pendinginan dan mengeras. Proses terbentuknya batuan beku yaitu karena adanya magma di bawah permukaan bumi yang mengalami proeses pendinginan sehingga membeku lalu mengeras. Magma tersebut asalnya dari batuan yang telah setengah mencair atau batuan yang sebelumnya memang sudah ada lalu mengalami pencairan. Proses pencairan tersebut karena adanya kenaikan suhu, penurunan tekanan, ataupun terjadinya perubahan kompoisisi lalu mengalami penurunan suhu hingga membeku dan mengeras menjadi batuan. Sampai saat ini telah ditemukan kurang lebih sekitar 700 tipe batuan beku yang berhasil diberikan penjelasan, sebagain besar terbentuk di bagian bawah permukaan planet bumi.
Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan ciri khusus yang dimiliki batuan beku diantaranya:
  1. Umumnya memiliki Bentuk fisiknya yang keras, padat, ataupun solid.
  2. Secara umum terbentuk dari zat homogen.
  3. Jarang ditemukan lapisan pada batuan beku, meskipun terdapat jenis batuan yang memiliki lapisan tapi lapisannya tidak tampak sama sekali, hal ini dipengaruhi karena cepat dan lambatnya dari proses pembekuan.


Struktur Batuan Beku

Struktur Batuan Beku adalah pembagian batuan beku berdasarkan bentuk batuan beku dan proses kejadiannya, yang terbagi menjadi:

1. Struktur Bantal (pillow structure)

Struktur Bantal adalah struktur yang dinyatakan pada batuan ekstrusi tertentu yang dicirikan oleh massa batuan yang berbentuk bantal, berukuran antara 30-60 cm dan biasanya jarak antar bantal berdekatan dan terisi oleh bahan-bahan dari sedimen klastik, terbentuk di dalam air dan umumnya terbentuk di laut dalam.

2. Struktur Vesikular

Struktur Vesikular adalah struktur pada batuan ekstrusi yang terdapat rongga-rongga yang berbentuk elip, silinder maupun tidak beraturan. Terbentuknya rongga-rongga terjadi akibat keluarnya/dilepaskannya gas-gas yang terkandung di dalam lava setelah mengalami penurunan tekanan.

3. Struktur Aliran

Struktur Aliran terjadi akibat lava yang disemburkan tidak ada yang dalam keadaan homogen, karena saat lava menuju ke permukaan selalu terjadi perubahan komposisi, kadar gas, kekantalan, dan derajat kristalisasi. Struktur aliran dicerminkan dengan adanya goresan berupa garis-garis yang sejajar, perbedaan warna dan teksturnya.

4. Struktur Kekar


Struktur Kekar adalah bidang-bidang pemisah/retakan yang terdapat dalam semua jenis batuan, biasanya disebabkan oleh proses pendinginan tetapi ada yang disebabkan oleh gerakan-gerakan di dalam bumi yang berlaku sesudah batuan mengalami pembekuan.Retakan-retakan yang memotong sejajar dengan permukaan bumi menghasilkan struktur perlapisan, sedang yang tegak lurus dengan permukaan bumi akan menghasilkan struktur bongkah.Retakan dapat pula membentuk kolom-kolom yang dikenal dengan struktur kekar meniang (columnar jointing), hal ini disebabkan karena adanya pendinginan dan penyusutan yang merata dalam magma dan dicirikan oleh perkembangan retakan membentuk segi empat, segi lima atau segi enam, umumnya terdapat pada batuan basal.


Proses Terbentuknya Batuan Beku

Pembahasan selanjutnya kita akan membicarakan mengenai proses terbentuknya batuan beku. Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa batuan beku ini terbentuk oleh magma yang ada di dalam perut bumi. Namun kita juga perlu mengetahui proses terjadinya dari magma hingga menjadi bentuk batuan. Batuan beku ini terbentuk karena adanya magma yang mengeras atau mengalami pembekuan. Magma ini berasal dari batuan setengah cair ataupun oleh batuan yang sudah ada sebelumnya, baik yang berada di mantel maupun di kerak bumi. Secara umum, proses pelelehan tersebut terjadi pada salah satu proses dari kenaikan temperatur, penurunan tekanan, ataupun perubahan komposisi. Selanjutnya untuk proses pembentukan batuan beku ini juga terkadang tergantung pada jenis batuan bekunya masing- masing. Beberapa jenis batuan beku dan proses pembentukannya antara lain:
  1. Batuan beku dalam atau batuan plutonik terbentuk karena pembekuan yang terjadi di dalam dapur magma secara perlahan- lahan sekali sehingga tubuh batuan terdiri dari kristal- kristal besar. Contoh dari batuan ini adalah batuan granit, batuan peridotim, dan juga batuan gabro.
  2. Batuan beku gang atau korok, proses terjadi batuan ini pada celah- celah antar lapisan di dalam kulit bumi. Proses pembekuan ini berjalan lebih cepat sehingga di samping kristal besar terdapat pula banyak kristal kecil. Contoh dari batuan jenis ini antara lain batu granit porfir
  3. Batuan beku luar atau batuan lelehan, proses terbentuknya batuan ini adalah ketika gunung api menyemburkan lava cair pijar. Pembekuan ini terjadi tidak hanya di sekitar kawah gunung api saja, namun juga di udara. Proses pembekuan ini berlangsungsingkat dan hampir tidak mengandung kristal (armorf).
Itulah beberapa proses pembentukan batuan beku jenis batuan beku dalam, batuan beku gang atau korok, dan juga batuan beku luar atau lelehan. Tahukah Anda bahwasannya batuan beku ini mempunyai sifat penting? Batuan beku ini penting, terutama ketika dilihat dari segi geologis.
Alasan batuan beku ini penting secara geologis karena:
  • Mineral- mineral dan juga kimia globalnya memberikan informasi mengenai komposisi dari mantel, dimana batuan beku tersebut terekstrasi, serta temperatur dan juga tekanan yang memugkinkan terjadinya ekstraksi ini, atau batuan asal yang mencair.
  • Umur absolut dapat diperoleh dengan berbagai jenis penanggalan radiomatik, dengan demikian dapat dibandingkan dengan strata geologi yang berdekatan sehingga urutan waktu kejadian pun dapat ditentukan.
  • Fitur- fitur batuan tersebut merupakan karakteristik lingkungan- lingkungan tektonik tertentu, sehingga memungkinkan rekonstruksi tektonik.
  • Pada beberapa situasi spesial tertentu, batuan beku merupakan tempat keberadaan endapan biji seperti tungsen, timah, dan juga uranium.

Jenis beserta Contoh Batuan Beku dan Manfaatnya

Batu Apung


Batu apung memiliki ciri warna coklat dengan sedikit campuran abu-abu muda.Bentuk dari batu berongga ini dengan warna khasnya tersebut adalah ciri-ciri yang dimilikinya. Manfaat batu apung ini dipakai untuk mengamplas kayu dan juga sebagai alat penggosok pada bangunan.

Batu Granit


Batu granit juga merupakan salah satu jenis batuan beku. Batu granit terbentuk atas butiran- butiran yang kasar yang semi berwarna- warni. Disebut semi berwarna warni karena jenis batu ini memiliki warna yang berbeda- beda ada yang berwarna putih dan ada juga yang berwarna keabu- abuan. Batu ini merupakan jenis batu yang sering digunakan untuk bahan bangunan atau sering digunakan untuk membangun sebuah gedung. Jenis batuan ini terbentuk karena adanya magma yang membeku yang prosesnya terjadi di dalam kerak bumi. Proses pembekuan ini berlangsung secara perahan- lahan dan dalam waktu yang cukup lama. Maka dari itu jenis batuan ini termasuk ke dalam jenis batuan beku dalam.

Batu Obsidian


Batu obsidian merupakan salah satu contoh batuan beku. Batu obsidian ini biasanya juga disebut sebagai batu kaca. Batu obsidian ini memiliki ciri-ciri berwarna hitam ataupun cokelat tua dan memiliki permukaan yang halus dan bisa dibilang mengkilap. Batu obsidian ini banyak dimanfaatkan manusia sebagai alat pemotong dan batu perhiasan yang indah.
Proses terbentuknya batu obsidian terjadi di permukaan bumi dan berasal dari magma yang mengalami pembekuan dalam waktu yang cepat. Karena proses terbentuknya ini yang berada di luar permukaan bumi, maka batu obsidian ini seringkali digolongkan sebagai batuan beku luar atau ekstrusif.
. Manfaat batu obsidian yaitu menjadi alat pemotong atau di jadikan ujung tombak serta bahan pengrajin dalam industri kreatif.

Batu Andesit


Salah satu jenis batuan beku lainnya adalah batu andesit. Batu andesit ini merupakan jenis batuan beku yang mempunyai warna putih keabu- abuan dan butirannya kecil- kecil seperti ciri- ciri yang dimiliki oleh batu basal. Batu ini seringkali digunakan dalam pembuatan arca dan juga bangunan- bangunan candi dan semacamnya. Proses terbentuknya batu ini berasal dari magma yang membeku dengan sangat cepat yang berada di bawah kerak bumi. Batu andesit ini merupakan salah satu jenis batuan beku yang tergolong ke dalam batuan beku luar atau batuan beku efusit.

Batu Bassal


Batu basal memiliki ciri-ciri berwarna gelap, berat, banyak mengandung besi, sedikit mengandung mineral silika batuan vulkanik, dan umumnya membentuk lempeng samudera pada permukaan bumi. Warna batu ini juga bisa dibilang semi berwarna karena mempunyai warna yang bermacam-macam seperti warna putih dan abu-abu.
Dalam kehidupan sehari-hari bisa kita temukan bahwa batu basal sering dimanfaatkan sebagai bahan bangunan terutama untuk membangun sebuah gedung. Batu basal mengalami proses pembekuan yang terjadi di dalam kerak bumi. Oleh karena itu batu basal ini bisa digolongkan sebagai batuan beku dalam atau intrusif.

Batu Kimberlite


Kimberlite merupakan batuan vulkanik ultrabasa, cukup langka dan banyak yang menvcari batu kimberlite karena merupakan biji berlian.Batuan kimberlite terdiri dari kristal olivin dalam suatu tanah yang terdiri dari berbagai campuran mineral serpente, diopside, karbonat, dan plhogopite.

Batu Granodiorit


Granodiorit merupakan batuan plutonik yang terdiri dari bagian biotit hitam, plagioklas putih, hornblende abu-abu gelap dan kuarsa abu-abu tembus cahaya.Dominasi plagiklas lebih dari alkali yang bisa membedakan dengan adanya granit. Batuan granodiorit merupakan salah satu batu yang mencerminkan pelapukan butiran pirit langka yang melepaskan zat besi.

Batu Gabro


Gabro merupakan jenis plutonik gelap dari batuan beku yang diangggap setara plutonik dari basal. Batuan gabro tidak memiliki feldspar alkali hanya plagioklas saja. yang memiliki kandungan kalsium tinggi. Mineral gelap mungkin termasuk amfibol, piroksen dan terkadang biotit, magnetit, olivin, apatit dan ilmenit. Gabro sejati merupakan bagian yang kecil dari batuan plutonik yang gelap. Kerak samudra sebagian besar adalah batuan gabbro. Melelehnya komposisi dari basaltik yang mendingin dan sangat lambat untuk menciptakan butiran mineral yang besar. Oleh karena itu gabro menjadi sebuah ofiolit. Ofiolit adalah sebuah kumpulan besar kerak yang ada di samudera dan berakhir di darat.

Batu Komatiite


Komatiite yaitu lava ultramavik yang purba dan langka, termasuk ke dalam peridotit ekstrusif. Sebagian besar dari batuan tersebut terbentuk dari olivin, dan menjadikan komposisi yang sama dengan peridotit.
Hanya suhu yang sangat tinggi yang bisa mencairkan komposisi dari batu komatiite. Dan sebagian besar batuan komatiite diperkirakan ari zaman Arkeozoikum. Sejalan dengan asumsi kalau mantel Bumi yang jauh lebih panas dibandingkan dengan 3 milliar tahun yang lalu dari sekarang. Batuan komatiite diketahui sangat kaya akan kandungan magnesium dan rendah silika. Ciri khas dari batuan komatiite yaitu tekstur yang spinefex. Dimana batuan komatiite saling silang dengan kristal olivin yang panjang dan juga tipis

Batu Felsite


Felsite merupakan nama umum untuk batuan beku ekstrusif yang berwarna terang. Felsite berbutir halus tetapi tidak berkaca yang bterdiri dari mineral kuarsa. Feldaspar plagioklas dan feldspar alkali. Batuan felsite biasanya disebut dengan ekuivalen ekstrusif dengan granit.



Kesimpulan

Dari uraian di atas maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa pengertian batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma yang mengalami proses pendinginan lalu mengeras sehingga menjadi batuan. Adapun proses terbentuknya yaitu karena adanya magma yang berada di bawah permukaan bumi mengalami pendinginan sehingga membeku dan mengeras. Magma tersebut asalnya dari batuan yang sudah setengah mencair ataupun batuan yang memang sudah ada dan mengalami pencairan. Adapun Jenisnya dibagi menjadi dua bagian yaitu:
Berdasarkan proses tempat pembekuan batuan beku:
  • Dalam – membeku di dalam permukaan bumi.
  • Kerok (Gang) – yang membeku di celah kerak bumi,
  • Luar – mengalami proses pembekuan di luar kerak bumi.
Berdasarkan unsur mineral penyusunnya:
  • Mineral ringan – sifatnya berwarna terang dan mudah hancur.
  • Mineral berat – sifatnya berwarna gelap dan solid atau keras.

Akhir kata…, Itulah penjelasan yang singkat tentang pengertian batuan beku, semoga bermanfaat dalam menambah pengetahuan kamu. Jika di temukan beberapa kesalahan mohon dimaafkan, terimakasih.

Penelusuran yang terkait dengan Batuan Beku
  • klasifikasi batuan beku
  • contoh batuan beku dalam
  • tekstur batuan beku
  • ciri-ciri batuan beku
  • jenis-jenis batuan beku
  • pengertian batuan beku
  • deskripsi batuan beku
  • karakteristik batuan beku
  • gambar batuan beku dalam
  • ciri-ciri batuan beku dalam
  • proses terbentuknya batuan beku
  • identifikasi batuan beku

Post a Comment for "Pengertian Batuan Beku Meliputi Proses, Struktur Batuan Beku, Jenis dan Contoh"